zalfaz

Hukum Patung dan Robot gara - gara Wayang


Robot vs Patung

Setelah membahas wayang, lalu merembet ke wayang orang dan boneka, muncul lagi pertanyaan terkait robot. Kan robot itu mirip manusia, apakah robot juga haram hukumnya?
Tentu saja yang kelimpungan menjawab pertanyaan yang nggak ada habis-habisnya. Walaupun sebenarnya juga agak penasaran. Tapi sayangnya saya tidak punya literatur dari kitab fiqih klasik terkait hukum robot.
Sebab di masa klasik dulu kan tidak ada robot, bahkan terbayang pun tidak. Lagian mau cari pakai keyword apa? saya tanya mbah google yang suka kasih terjemahan unik, eh dia bilang insan aali (????? ???).
Kira-kira maknanya manusia komputer barangkali. Sebab kalau komputer di-arab-kan menjadi hasub aali (????? ???). Tapi saya tidak yakin orang Arab paham makna insan ali. Tapi kalau disebut robot pasti mereka paham.
***
Jadi intinya tidak ada pembahasan tentang hukum robot dalam fiqih klasik. Sehingga kalau ada yang berfatwa tentang halal haramnya robot, sudah bisa dipastikan itu bukan fatwa fuqaha dan mujtahid klasik. Tapi lebih merupakan opini dan cara pandang orang zaman sekarang.
Dan bisa saja mereka yang terlanjur semangat mengharam-haramkan patung, boneka dan sejenisnya, otomatis akan mengharamkan robot juga.
Sebab dalam pandangan mereka robot itu intinya adalah patung, bahkan lebih haram lagi, karena patungnya bisa bicara, bergerak bahkan berjalan. Sehingga unsur 'menirukan ciptaan Allah' semakin terpenuhi. Wajar kalau ada yang bilang bahwa robot itu haram, haram dan haram.
Haram pangkat tiga, karena nyaris menandingi ciptaan Allah.
Sebagai sebuah opini pribadi orang zaman sekarang mewakili genre kelompok muslim tertentu, saya nggak bisa menolak. Itu adalah hak yang punya opini. Benar tidaknya wallahu 'alam.
***
Namun saya sendiri boleh dong punya opini yang sedikit beda. Dalam pandangan saya, robot ada dua macam, robot dalam cerita fiksi dan robot dalam dunia nyata.
Yang sebernarnya sudah terwujud dan benar-benar ada dalam dunia nyata umumnya malah tidak berwujud seperti manusia, hewan atau makhluk hidup lainnya.
Di dalam industri dan pabrik, lengan-lengan robot sudah banyak membantu pekerjaan manusia. Tapi bentuknya jauh dari manusia. Sebab robot macam itu diciptakan dengan niat bukan sekedar ingin meniru ciptaan Allah. Tetapi dari awal tujuannya untuk membantu pekerjaan manusia.
Kadang ada robot yang ditugaskan untuk menyelam ke dasar lautan untuk melakukan berbagai pekerjaan yang mustahil dikerjakan manusia.
Ada juga robot yang diciptakan untuk menjelajahi planet lain, yang mustahil manusia bisa hidup disana. Ada juga robot penjinak bom, yang pastinya amat berbahaya kalau dikerjakan oleh manusia.
Di sektor rumah tangga, sudah mulai banyak diciptakan robot yang bisa menyapu atau mengepel rumah. Robot WorxLandroid bisa memotong rumput di halaman. Robot Dolphin Nautilus bisa menyelam di kolam renang untuk membersihkannya.
Di masa covid ini muncul TEMI dan AMY, masing-masing robot dari Amerika dan China, yang bisa menangani pasien covid di rumah sakit meski tidak menggantikan 100%, setidaknya bisa membantu para tenaga kesehatan dalam pekerjaan mereka yang penuh resiko.
Namun dari semua robot yang sudah eksis dan amat berguna itu, tak satu pun yang didesain menyerupai manusia. Sehingga pertanyaan bagaimana hukum robot dalam pandangan syariah, menurut saya tidak ada hubungannya. Sebab robotnya amat sangat tidak mirip dengan manusia.
***
Mungkin yang ditanyakan itu adalah robot-robot yang dibuat seperti manusia.
Lalu saya katakan, apakah robot yang seperti manusia itu sudah ada di tengah kita dalam keseharian?
Yang bertanya bilang ada, tapi ketika saya cecar, jawabannya di pameran robot. Itu pun di luar negeri, bukan di negara kita. Ketika saya tanya apakah dijual di pasaran, jawabannya tidak tahu.
Maka saya bilang santai saja dulu. Robot-robot yang anda intip di Youtube itu bukan robot betulan, semua hanya prototype. Bahkan tidak ada yang dijual di pasaran. Kalau pun ada, harganya pasti mahal banget. Tidak seperti hayalan kita.
Kalau yang ada di hayalan kita selama ini adalah robot fiksi. Pada dasarnya robot fiksi itu diciptakan untuk hiburan dan seru-seruan, sedangkan dalam kenyataannya tidak pernah ada.
Biar gampang mari saya ingatkan dengan T-800, T-850, T-1000T-XTOK715T-3000 hingga Rev-9. Semua itu karakter robot dalam fil The Terminator yang diperankan oleh Arnold Schwarzenegger.
Robot-robot itu awalnya diciptakan oleh manusia dan diberi kemampuan kecerdasan buatan artifisial inteligent (AI) yang saking sempurnanya, sampai bisa berpikir untuk mengalahkan manusia.
Maka di masa mendatang diceritakan robot-robot itu berhasil mengambil alih hegemoni kekuasaan dari manusia, bahkan menjadi pembasmi manusia (The Terminator).
Sebagai hiburan boleh dibilang penampilan robot dalam Terminator mendulang sukses, setidaknya sampai dibuat berkali-kali, Ada The Terminator (1984), Terminator 2 : The Judgement Day (1991), Terminator 3 : Rice of The Machine (2003), Salvation (2009), Genisys (2011) dan Dark Fate (2019).
Tapi sekali lagi, robot macam itu tidak pernah ada, cuma hayal dan kalau pun ada, tidak secanggih itu. Dan tidak akan mengalahkan manusia. Itu hanya hayalan yang mendatangkan uang buat yang punya novel atau film.
Jadi sebenarnya sebelum memberi opini secara hukum fiqih, mohon dipastikan dulu apakah objeknya benar-benar ada. Jangan jadi orang yang latah dan ikut-ikutan trend.
Sebab saya pernah ditanya orang : Apa agama yang dianut alien yang di dalam UFO alis piring terbang? Apakah kepada mereka juga diturunkan para nabi dan rasul?
Saya jawab gini : Mending panggil saja aliennya kesini, biar kita wawancarai bareng-bareng. Sekalian juga tanyain disono ada warung padang apa nggak?


24-02-2022 (240)

zalfaz youtube wayang patung robot haram halal fiqih

Jangan lupa klik iklan dan tulis komentar biar semangat bikin kontent..

Belajar dari Larangan Minuman Keras (khamer) oleh Ahmad Sarwat..

Hukum Patung dan Robot gara - gara Wayang..

Review Rokok 16 Surya Profesional Mild..

Acer Aspire V5 132 operating system not found ..

Judul Skripsi Informatika atau sains teknologi yang mudah dan bagus..