Diperjalanan sore ini dia ngebut, secepat mungkin agar sampai ketujuannya, sebuah rumah mewah yang katanya gudangnya orang top. Was wes wus,,, entah berapa nyawa dipertaruhkan termasuk nyawanya sendiri.
Sesampainya dipintu gerbang dia bertanya, apakah sudah tutup ? apakah belum buka ?
Selang berapa lama ada pak satpam mendekati pagar, sedikit hatinya berbunga, tapi mekarnya tak begitu lama. Pak satpam bilang , hari ini kunci pagar hilang mungkin sejam lagi tukang pagarnya datang mau dibenerin.
Sejam ?… rokok 5 batang mungkin habis itu sejam + kopi 2 cangkir, teringat isi dompet dan lubang tangki bensin yang sepertinya kering.
Harus kemana ini, pulang nun jau kurengkuh, duduk termangu menghitung waktu.
Ditengok trotoar sebelah, ditumbuhi rumput yang hijau, sepertinya dirawat dengan baik, bukan hanya disiram, tetapi juga dipangkas biar rapi dan terlihat rata.
begitulah keinginan yang punya hajat ketempatan. LALU APA HAJATNYA ??
jauh2 disitu hanya duduk bak gelandangan.
Jangan bandingkan dirinya dengan kamu !!, ketika pintu dibuka lembaran kertas itu diberikan, dompet mu pasti tebal.
sedangkan dia ??? lembaran itu entah disimpan dimana ? hanya pajangan
tapi jangan tanya semangatnya, dia yang miskin itu kadang doyan sedekah, dia yang hina itu kadang hobi menolong. dia yang bodoh itu kadang juga doyang ngobrol.
PARADOX ….
lalu siapa mafia ??? aku dan dia…. dia yang mengejar entah untuh apa ???
dia sedang membidik sesuatu yang berbeda denganku …
karenanya dia berlari tak sepertiku..
dia terengah lebih keras dariku..
tapi dia mungkin aku
