Berapa RON BioEthanol ??

Berapa RON BioEthanol ??

Secara umum, etanol murni (E100) memiliki RON sangat tinggi, yaitu sekitar 108–109.
Inilah sebabnya etanol sering dicampurkan ke bensin: untuk menaikkan oktan dan membuat pembakaran lebih stabil serta tahan knocking.

RON campuran etanol dan bensin (contoh umum):

  • E5 (5% etanol) → RON naik ±0.5–1 poin dari bensin dasar
  • E10 (10% etanol) → RON sekitar 94–95 (tergantung bensin dasarnya)
  • E20 → bisa mencapai 96–98
  • E85 (85% etanol) → RON sekitar 105–108

Nilai ini dapat sedikit berbeda tergantung komposisi bensin dasar.

Mengapa bioetanol memiliki RON tinggi?

Karena:

  • Etanol memiliki ikatan kimia kuat dan laju pembakaran lambat, sehingga lebih tahan knocking.
  • Nilai panas pembakaran rendah → puncak tekanan terjadi lebih terkontrol.

Kesimpulan

Bioetanol punya RON sangat tinggi (sekitar 108).
Karena itu bioetanol sering dipakai sebagai additive oktan dalam bahan bakar.

Perbandingan RON Pertalite jika ditambahkan etanol/bioetanol, dengan penjelasan sederhana dan angka perkiraan yang umum digunakan di industri bahan bakar.


1. Dasar: RON Pertamina Pertalite

Pertalite memiliki RON 90.


2. RON Etanol/Bioetanol

Etanol murni (E100) memiliki:

  • RON ~108–109
    Bioetanol = etanol yang berasal dari biomassa → nilai RON sama, karena sifat kimianya identik.

3. Efek Penambahan Etanol ke Pertalite

Etanol menaikkan RON secara linier, namun tidak 100% linear karena ada efek blending (sebagian campuran justru lebih tinggi dari teori).

Perkiraan kenaikan RON Pertalite + Etanol

(tergantung bensin dasar, tapi ini nilai umum):

CampuranPerkiraan RON
Pertalite (RON 90)90
Pertalite + 5% etanol (E5)90.5 – 91
Pertalite + 10% etanol (E10)92 – 93
Pertalite + 20% etanol (E20)94 – 96
Pertalite + 50% etanol (E50)100 – 104
Pertalite + 85% etanol (E85)105 – 108

4. Penjelasan Kenapa RON Naik

Etanol memiliki karakteristik:

  • Ikatan kimia yang lebih tahan kompresi → tahan knocking.
  • Kecepatan pembakaran lebih lambat dan terkontrol.
  • Kandungan oksigen tinggi → pembakaran lebih bersih.

Semakin banyak etanol → semakin tinggi RON.


5. Apakah semua mesin cocok?

Tidak semua motor atau mobil cocok memakai campuran etanol tinggi.

Batas aman umum:

  • E5–E10 → aman untuk hampir semua motor di Indonesia
  • E20 ke atas → butuh mesin yang kompatibel (FFV = Flexible Fuel Vehicle) atau modifikasi

Risiko jika memakai etanol terlalu tinggi:

  • Sistem bahan bakar korosi (karena etanol higroskopis)
  • AFR berubah (butuh lebih banyak bahan bakar)
  • Motor sulit start ketika dingin
  • Seal/karet bisa rusak

Higroskopis = sifat suatu zat menyerap air dari udara.

Contohnya:

  • Garam dapur mudah menggumpal karena menyerap uap air → higroskopis.
  • Etanol juga sangat higroskopis, sehingga:
    • mudah bercampur dengan air,
    • kadar air dalam bahan bakar bisa naik,
    • dapat menyebabkan korosi pada tangki dan saluran bahan bakar.

AFR = Air–Fuel Ratio, atau perbandingan udara dan bahan bakar dalam proses pembakaran mesin.

Contoh umum:

  • Mesin bensin standar memakai AFR = 14.7 : 1
    (14,7 bagian udara : 1 bagian bensin)

Kenapa penting?

  • Jika AFR terlalu kurus (lebih banyak udara) → mesin panas, knocking.
  • Jika AFR terlalu kaya (lebih banyak bensin) → boros, tenaga kurang.

AFR berubah saat menggunakan etanol

Etanol butuh lebih banyak volume dibanding bensin agar pembakaran ideal.
AFR etanol = 9 : 1
→ lebih kaya dari bensin.

Jadi saat Anda mencampur etanol ke Pertalite:

  • AFR berubah,
  • mesin perlu lebih banyak bahan bakar untuk menjaga pembakaran ideal.

6. Kesimpulan

  • Ya, menambahkan etanol ke Pertalite pasti menaikkan RON.
  • Kenaikan 10% etanol bisa menaikkan RON Pertalite dari 90 → ±92–93.
  • Campuran lebih besar bisa mencapai RON >100, tetapi tidak semua mesin aman.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan